Minggu, 03 Mei 2015

Tips (Ketika Berlayar di Pulau Kapuk)

ADAB BERMIMPI BAIK DAN BURUK
...
Mimpi adalah bunga tidur yang tentunya dialami oleh hampir semua manusia. Entah, mimpi itu adalah mimpi baik yang mendatangkan rasa senang dan bahagia, ataupun mimpi buruk yang sering mengundang kegelisahan. Dalam persoalan mimpi, kerap kali muncul upaya takwil yang menyesatkan dan bahkan merusak akidah. Oleh karena itu, Islam mengaturnya dan memberikan tuntunan dalam hal mimpi. Ini sekaligus membuktikan kesempurnaan ajaran Islam dalam mengatur kehidupan manusia baik urusan dunia maupun akhirat. Saat mengalami mimpi yang baik ataupun yang buruk, seorang Muslim hendaknya tetap memperhatikan adab-adab berikut ini.
Adab Bermimpi Baik
Jika kita mengalami mimpi yang baik maka kita harus melakukan hal-hal berikut ini:
Memuji Allah
Rasulullah bersabda, "Jika salah satu dari kalian mengalami mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya ia dari Allah, karena itu hendaklah memuji Allah atas mimpi tersebut dan memberitakannya. Akan tetapi, jika mimpi itu adalah mimpi buruk yang ia membencinya, maka sesungguhnya ia dari setan." (HR. Bukhari).
Berharap Baik
Jika mengalami mimpi yang baik, maka hendaknya kita merasa senang dan berharap baik dari mimpi tersebut. Rasulullah bersabda, "Dan jika ia melihat mimpi yang baik, maka hendaknya ia berharap baik dan tidak menceritakannya kecuali kepada orang yang ia sukai." (HR. Muslim)
Menafsiri Sebaik Mungkin
Setiap Muslim dituntut untuk selalu optimis dan berprasangka baik kepada Allah dalam setiap kesempatan. Rasa optimis dan berprasangka baik itu juga harus terbaca saat bangun dari tidurnya. Rasulullah bersabda, "Jika salah satu dari kalian bermimpi baik, maka hendaklah ia menafsirinya dan memberitakannya. Dan jika melihat mimpi buruk, maka hendaklah ia tidak menafsirkannya dan memberitakannya. "(As-silsilah Ash-shahîhah dari Abu hurairah, ada yang meriwayatkannya dari Ibnu Abdil-Bar dalam kitab “Tahmîd”)
Adab Bermimpi Buruk
Sebaliknya, jika kita mengalami mimpi yang tidak menyenangkan atau buruk, maka lakukanlah hal-hal berikut ini:
Meludah ke Kiri
Jika kita mengalami mimpi buruk, maka lakukanlah meludah tiga kali ke arah kiri untuk mengusir setan, karena mimpi buruk itu berasal dari setan. Rasulullah bersabda, "Jika salah satu dari kalian melihat mimpi buruk, maka hendaklah ia mengubah posisinya (membalik tubuhnya), lalu meludah tiga kali ke kiri dan memohon kebaikan dari Allah dan berlindung kepada-Nya dari kejahatan mimpi itu." (HR. Ibnu Majah)
Tidak Menceritakan
Ketika mengalami mimpi yang tidak menyenangkan, maka hendaklah tidak menceritakannya kepada siapa pun. Rasulullah bersabda, "Jika setan mempermainkan salah satu dari kalian dalam mimpinya, maka hendaklah tidak menceritakannya kepada orang-orang." (HR. Muslim)
Ada seorang arab badui bermimpi seakan-akan melihat kepalanya terpotong menggelinding lalu ia mengikutinya. Mendengar hal itu, Rasulullah bersabda, "Janganlah kamu beritahukan kepada siapa pun tentang permainan setan kepadamu dalam mimpi tersebut." (HR. Muslim)
Dalam hadis lainnya, Beliau bersabda, "Dan jika ia melihat mimpi yang ia tidak sukai, maka sesungguhnya mimpi itu berasal dari setan, maka hendaklah ia berlindung dari kejahatannya dan tidak menceritakan kepada siapa pun maka sesungguhnya mimpi itu tidak akan membahayakannya." (HR. Bukhari)
Membaca Ta'awwudz, Mengubah Posisi Tidur
Bacaan Ta'awwudz dimaksudkan untuk mengusir setan. Oleh karena itu, kita dianjurkan membacanya saat mengalami mimpi buruk. Rasulullah bersabda, "Jika salah satu dari kalian melihat mimpi yang tidak ia sukai, maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, dan hendaklah ia berlindung kepada Allah dari setan tiga kali (membaca ta'awwudz tiga kali), dan hendaklah ia mengubah posisi tidurnya." (HR. Muslim).
Shalat Dua Rakaat
Rasulullah bersabda, "Mimpi itu ada tiga macam, mimpi baik sebagai kabar gembira dari Allah, mimpi yang membuat sedih dari setan, dan mimpi yang berasal dari kata hati seseorang. Maka barang siapa melihat mimpi yang tidak ia sukai, hendaklah ia mendirikan shalat, dan tidak menceritakannya kepada orang lain." (HR. Muslim)
Demikianlah tuntunan dari Islam dalam menyikapi mimpi. Karena semua orang pasti pernah mengalami yang namanya mimpi, terserah itu mimpi baik atau mimpi buruk. Semoga artikel ini bermanfaat, agar tidak terjebak dan masuk ke perbuatan yang merusak akidah kita sebagai seorang Muslim.