ADAB BERMIMPI BAIK DAN BURUK
...
Mimpi adalah bunga tidur
yang tentunya dialami oleh hampir semua manusia. Entah, mimpi itu adalah
mimpi baik yang mendatangkan rasa senang dan bahagia, ataupun mimpi
buruk yang sering mengundang kegelisahan. Dalam persoalan mimpi, kerap
kali muncul upaya takwil yang menyesatkan dan bahkan merusak akidah.
Oleh karena itu, Islam mengaturnya dan memberikan tuntunan dalam hal
mimpi. Ini sekaligus membuktikan kesempurnaan ajaran Islam dalam
mengatur kehidupan manusia baik urusan dunia maupun akhirat. Saat
mengalami mimpi yang baik ataupun yang buruk, seorang Muslim hendaknya
tetap memperhatikan adab-adab berikut ini.
Adab Bermimpi Baik
Jika kita mengalami mimpi yang baik maka kita harus melakukan hal-hal berikut ini:
Memuji Allah
Rasulullah bersabda, "Jika salah satu dari kalian mengalami mimpi yang
menyenangkan maka sesungguhnya ia dari Allah, karena itu hendaklah
memuji Allah atas mimpi tersebut dan memberitakannya. Akan tetapi, jika
mimpi itu adalah mimpi buruk yang ia membencinya, maka sesungguhnya ia
dari setan." (HR. Bukhari).
Berharap Baik
Jika mengalami
mimpi yang baik, maka hendaknya kita merasa senang dan berharap baik
dari mimpi tersebut. Rasulullah bersabda, "Dan jika ia melihat mimpi
yang baik, maka hendaknya ia berharap baik dan tidak menceritakannya
kecuali kepada orang yang ia sukai." (HR. Muslim)
Menafsiri Sebaik Mungkin
Setiap Muslim dituntut untuk selalu optimis dan berprasangka baik
kepada Allah dalam setiap kesempatan. Rasa optimis dan berprasangka baik
itu juga harus terbaca saat bangun dari tidurnya. Rasulullah bersabda,
"Jika salah satu dari kalian bermimpi baik, maka hendaklah ia
menafsirinya dan memberitakannya. Dan jika melihat mimpi buruk, maka
hendaklah ia tidak menafsirkannya dan memberitakannya. "(As-silsilah
Ash-shahîhah dari Abu hurairah, ada yang meriwayatkannya dari Ibnu
Abdil-Bar dalam kitab “Tahmîd”)
Adab Bermimpi Buruk
Sebaliknya, jika kita mengalami mimpi yang tidak menyenangkan atau buruk, maka lakukanlah hal-hal berikut ini:
Meludah ke Kiri
Jika kita mengalami mimpi buruk, maka lakukanlah meludah tiga kali ke
arah kiri untuk mengusir setan, karena mimpi buruk itu berasal dari
setan. Rasulullah bersabda, "Jika salah satu dari kalian melihat mimpi
buruk, maka hendaklah ia mengubah posisinya (membalik tubuhnya), lalu
meludah tiga kali ke kiri dan memohon kebaikan dari Allah dan berlindung
kepada-Nya dari kejahatan mimpi itu." (HR. Ibnu Majah)
Tidak Menceritakan
Ketika mengalami mimpi yang tidak menyenangkan, maka hendaklah tidak
menceritakannya kepada siapa pun. Rasulullah bersabda, "Jika setan
mempermainkan salah satu dari kalian dalam mimpinya, maka hendaklah
tidak menceritakannya kepada orang-orang." (HR. Muslim)
Ada seorang
arab badui bermimpi seakan-akan melihat kepalanya terpotong
menggelinding lalu ia mengikutinya. Mendengar hal itu, Rasulullah
bersabda, "Janganlah kamu beritahukan kepada siapa pun tentang permainan
setan kepadamu dalam mimpi tersebut." (HR. Muslim)
Dalam hadis
lainnya, Beliau bersabda, "Dan jika ia melihat mimpi yang ia tidak
sukai, maka sesungguhnya mimpi itu berasal dari setan, maka hendaklah ia
berlindung dari kejahatannya dan tidak menceritakan kepada siapa pun
maka sesungguhnya mimpi itu tidak akan membahayakannya." (HR. Bukhari)
Membaca Ta'awwudz, Mengubah Posisi Tidur
Bacaan Ta'awwudz dimaksudkan untuk mengusir setan. Oleh karena itu,
kita dianjurkan membacanya saat mengalami mimpi buruk. Rasulullah
bersabda, "Jika salah satu dari kalian melihat mimpi yang tidak ia
sukai, maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, dan hendaklah ia
berlindung kepada Allah dari setan tiga kali (membaca ta'awwudz tiga
kali), dan hendaklah ia mengubah posisi tidurnya." (HR. Muslim).
Shalat Dua Rakaat
Rasulullah bersabda, "Mimpi itu ada tiga macam, mimpi baik sebagai
kabar gembira dari Allah, mimpi yang membuat sedih dari setan, dan mimpi
yang berasal dari kata hati seseorang. Maka barang siapa melihat mimpi
yang tidak ia sukai, hendaklah ia mendirikan shalat, dan tidak
menceritakannya kepada orang lain." (HR. Muslim)
Demikianlah
tuntunan dari Islam dalam menyikapi mimpi. Karena semua orang pasti
pernah mengalami yang namanya mimpi, terserah itu mimpi baik atau mimpi
buruk. Semoga artikel ini bermanfaat, agar tidak terjebak dan masuk ke
perbuatan yang merusak akidah kita sebagai seorang Muslim.







